Revitalisasi Seni Tradisional: PKM Prodi Pendidikan Seni IAKN Kupang Bangkitkan Semangat Berkesenian Pelajar SMP di Kota So’E

Daerah467 Dilihat

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Prodi Pendidikan Seni IAKN Kupang kembali menghadirkan terobosan inspiratif bagi dunia pendidikan dan pelestarian budaya. Melalui kegiatan bertema “Revitalisasi Seni Tradisional Melalui Tari Kreasi sebagai Media Edukasi Budaya bagi Pelajar SMP se-Kecamatan Kota Soe”, tim yang diketuai oleh Dersy R. Taneo, M.Pd.K bersama anggota Chyntia T. Kambuno, M.Sn., dan Angelita Baragustine, sukses menyelenggarakan kegiatan selama dua hari, 3–4 September 2025, di Hotel Timor Megah So’e.

Kegiatan ini diikuti oleh 25 siswa dari berbagai SMP negeri dan swasta se-Kecamatan Kota Soe, Kabupaten TTS. Peserta mendapatkan pembinaan langsung dari dua pemateri berkompeten, yakni Kristo Muliagan Robot, S.Sn., M.Sn. dan Chyntia T. Kambuno, M.Sn., yang membawakan materi tentang Revitalisasi Budaya dan Revitalisasi Tari Tradisional. Kegiatan dipandu oleh moderator Jusak Baun, S.Pd. dan Angelita Baragustine.

Melalui pelatihan ini, pelajar tidak hanya belajar memahami filosofi dan nilai moral yang terkandung dalam tari tradisional, tetapi juga diajak menciptakan tari kreasi yang relevan dengan perkembangan zaman. Proses belajar-mengajar dikemas secara interaktif sehingga siswa dapat mengeksplorasi kreativitas, bekerja sama dalam kelompok, serta menuangkan ide dalam bentuk gerak tari yang inovatif.

Ketua tim, Dersy R. Taneo, M.Pd.K menyampaikan apresiasi mendalam atas antusiasme peserta. Ia menegaskan bahwa revitalisasi seni tradisional sangat penting dilakukan sebagai upaya menjaga identitas budaya lokal di tengah derasnya arus modernisasi. “Seni tari bukan hanya ekspresi artistik, tetapi juga warisan budaya yang memiliki nilai moral, spiritual, dan sosial. Dengan melibatkan pelajar, kita menanamkan rasa bangga dan cinta budaya sejak dini,” ungkapnya.

Pihak sekolah sebagai mitra kegiatan turut memberikan respons positif. Para siswa mengaku mendapat pengalaman baru dan merasa semakin termotivasi untuk mempelajari budaya daerah mereka. Mereka menyadari bahwa budaya harus dilestarikan, dijaga, dan dikembangkan agar tetap hidup di tengah masyarakat TTS.

Kegiatan PKM ini diharapkan menjadi langkah strategis untuk memperkuat edukasi budaya di lingkungan sekolah sekaligus menghadirkan ruang kreatif bagi generasi muda. Lebih dari itu, program ini menjadi bukti nyata upaya IAKN Kupang dalam mendorong keberlanjutan seni tradisional serta menghubungkan warisan budaya dengan kebutuhan pendidikan masa kini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *