Guru Seni Se-Kecamatan Kota Soe Ikuti Pelatihan Inovasi Pembelajaran Berbasis Deep Learning

Uncategorized290 Dilihat

Dalam upaya meningkatkan kompetensi guru seni di era digital, tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang terdiri dari Steffi Eka Permatasari R. A. Ratu, M.Pd., Anita Papadja, M.Pd., Yosefina Metan, M.Pd., dan Chety Wicuana Taneo sukses menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Merajut Kreativitas Guru Seni: Inovasi Pembelajaran Berbasis Deep Learning di Era Digital”.

Kegiatan berlangsung pada 2–4 September 2025 di Hotel Timor Megah Soe, Kabupaten TTS, dan diikuti oleh 25 guru Pendidikan Seni dari berbagai SMP se-Kecamatan Kota Soe. Program ini menjadi ruang pengembangan profesional yang sangat penting bagi para guru seni, terutama dalam menghadapi tantangan integrasi teknologi dalam pembelajaran.

Selama tiga hari, para peserta dibimbing oleh para pemateri berkompeten, yakni Yohanes Baun, M.Pd., Alexander Y. T. Tetik, S.Pd., Gr., M.Pd., serta Steffi Eka Permatasari R. A. Ratu, M.Pd.. Mereka membawakan tiga materi utama: “Pembelajaran Mendalam: Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua,” Assesmen Pembelajaran Berbasis Deep Learning dalam Pembelajaran Seni, dan “Menciptakan Konten Kreatif Menggunakan AI dalam Pembelajaran Seni.”

Pelatihan ini memberikan pemahaman mendalam tentang konsep deep learning dalam pendidikan seni, cara merancang asesmen berbasis pendekatan tersebut, serta penggunaan aplikasi digital dan kecerdasan buatan untuk mendukung kreativitas siswa. Peserta diajak tidak hanya memahami teori, tetapi juga mempraktikkan langsung berbagai alat digital yang relevan dengan dunia pembelajaran seni masa kini.

Ketua tim, Steffi Eka Permatasari R. A. Ratu, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk memperkuat kualitas pembelajaran seni di sekolah. “Kegiatan ini berkontribusi pada pengembangan kurikulum Pendidikan Seni yang mendalam dengan dukungan teknologi yang tepat. Kami berharap pelatihan seperti ini terus berkelanjutan agar guru seni semakin siap menghadapi tantangan era digital dan mampu menghadirkan pembelajaran yang relevan, bermakna, dan memberdayakan kreativitas siswa,” ujarnya.

Antusiasme peserta juga terlihat tinggi. Salah satu guru peserta, Kolo Antonia Nau, S.Pd., Gr. dari SMP Negeri 1 Soe, mengungkapkan bahwa kegiatan ini membuka wawasan baru tentang cara mengembangkan pembelajaran seni yang lebih reflektif, kreatif, dan adaptif. “Kami belajar bahwa teknologi dan AI bukan ancaman, tetapi peluang untuk membuat pembelajaran lebih menarik dan efektif,” tuturnya.

Pelatihan ini diharapkan menjadi awal dari penguatan inovasi pembelajaran seni di Kabupaten TTS. Dengan kompetensi yang semakin berkembang, para guru seni di Kota Soe diharapkan mampu menghadirkan proses belajar yang lebih progresif, humanis, dan sesuai tuntutan zaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *