Pada Selasa, 23 September 2025, Sekolah Dasar (SD) Negeri Ajaokenat dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri SATAP Ajaokenat menjadi lokasi penerimaan mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dari Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang. Sebanyak sembilan mahasiswa diterjunkan untuk menjalankan program akademik ini, dengan komposisi lima mahasiswa di SMP dan empat mahasiswa di SD.

Mahasiswa yang ditempatkan berasal dari tiga program studi, yakni Pendidikan Agama Kristen (PAK), Manajemen Pendidikan Kristen (MPK), dan Bimbingan Konseling Kristen (BKK). Mereka diharapkan mampu mengimplementasikan kompetensi akademik sesuai bidang ilmu masing-masing, sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam proses pembelajaran, manajemen pendidikan, dan layanan konseling di sekolah.
Kehadiran mahasiswa PPL ini didampingi oleh dua dosen IAKN Kupang yakni Nimrot Doke Para, M.Pd sebagai dosen pendamping pada SDN Ajaokenat & Maryance F. Tamelab, M.Pd sebagai dosen pendamping pada SMPN Ajaokenat. Dalam arahan kedua dosen menekankan pentingnya mahasiswa menjaga disiplin, profesionalisme, etika, dan keterampilan memahami budaya lokal agar proses adaptasi di lingkungan sekolah dapat berlangsung dengan baik.
Kepala SMP Negeri SATAP Ajaokenat, Bapak Sefnat Tkella, S.Pd, menjadi pembicara pertama dalam sesi sambutan dari pihak sekolah. Ia menegaskan komitmen sekolah dalam mendukung pelaksanaan PPL dan mendorong mahasiswa untuk menjadikan masa PPL sebagai wadah pembentukan karakter serta penguatan kompetensi. Menurutnya, kehadiran mahasiswa PPL juga memperkuat jejaring akademik antara perguruan tinggi dan sekolah, sehingga manfaat yang diperoleh dapat bersifat timbal balik.
Sementara itu, Kepala SD Negeri Ajaokenat, Maryenti A. C. E. Benu, S.Pd., Gr, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada sekolah yang dipimpinnya menjadi tempat pelaksanaan PPL. Menurutnya, kehadiran mahasiswa akan menjadi nilai tambah bagi sekolah, baik bagi peserta didik maupun bagi para guru melalui kolaborasi yang akan terjalin. Ia juga menambahkan harapannya agar mahasiswa PPL juga dapat memberikan performa terbaik dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya.
Acara penerimaan berlangsung dalam suasana akademis namun penuh kehangatan. Setelah sesi sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah, di mana para mahasiswa diperkenalkan kepada guru dan tenaga kependidikan. Pada kesempatan ini, mahasiswa juga menerima gambaran umum mengenai situasi sekolah yang akan menjadi tempat mereka belajar dan mengajar selama tiga bulan ke depan.
Selain itu, dilaksanakan pula diskusi teknis antara dosen pendamping, kepala sekolah, dan para guru. Diskusi tersebut membahas pembagian tugas, jadwal praktik, serta pola bimbingan yang akan diterapkan sesuai bidang studi mahasiswa. Pendekatan ini dimaksudkan agar pelaksanaan PPL lebih terstruktur, efektif, dan relevan dengan kebutuhan sekolah.
Usai acara ramah tamah, kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan lokasi penginapan mahasiswa. Bersama-sama dosen pendamping, kepala sekolah, para guru, dan mahasiswa langsung bergerak meninjau tempat tinggal yang akan digunakan mahasiswa selama program PPL berlangsung. Hal ini dilakukan untuk memastikan kenyamanan dan mendukung mahasiswa selama menjalankan PPL.

Program PPL di SD-SMP Negeri SATAP Ajaokenat memiliki makna ganda: bagi mahasiswa, menjadi ajang pengintegrasian teori dan praktik di lapangan; bagi sekolah, menjadi kesempatan memperkaya kualitas pembelajaran melalui kontribusi mahasiswa. Dengan demikian, kerja sama ini menjadi representasi nyata sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan dasar dan menengah.
Melalui kegiatan ini, IAKN Kupang menunjukkan komitmennya dalam menyiapkan calon tenaga pendidik dan pengelola pendidikan yang kompeten, berkarakter, serta mampu beradaptasi dengan berbagai konteks sosial-budaya. Harapannya, mahasiswa PPL dapat memberikan kontribusi positif, baik bagi perkembangan sekolah maupun bagi masyarakat di Ajaokenat secara lebih luas.











