Senyum Ceria 5.946 Anak-anak Manggarai Sambut Program Makan Bergizi Gratis

Berita, Daerah246 Dilihat

RUTENG – Senyum sumringah menghiasi wajah ribuan siswa di Kecamatan Langke RembongKabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Mereka menyambut gembira realisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), inisiatif pemerintah pusat yang telah berjalan sejak pertengahan Juli 2025.

Program ini menjadi angin segar, khususnya bagi 5.946 anak-anak di wilayah yang rentan terhadap masalah gizi.

Program nasional yang menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto ini bertujuan memperkuat ketahanan gizi anak-anak Indonesia. Hingga akhir Juli 2025, sebanyak 5.946 penerima manfaat telah dilayani di Langke Rembong.

Baca Juga:Wabup Manggarai Hadiri Ritus Roko Molas Poco, Dukung Pembangunan Rumah Adat Gendang Pau Palo

Diantaranya mencakup siswa dari jenjang PAUD hingga SMA/SMK, anak berkebutuhan khusus, balita, dan ibu menyusui, yang tersebar di 30 satuan pendidikan dan pos layanan masyarakat. Setiap hari sekolah, para siswa menerima makan siang bergizi yang disiapkan sesuai standar kesehatan. Menu hariannya lengkap, terdiri dari karbohidrat, protein hewani dan nabati, sayur, serta buah. Tim gizi secara khusus menyusun menu ini untuk memastikan kebutuhan nutrisi harian anak terpenuhi.

Dampak Nyata di Sekolah dan Masyarakat

Program ini tak hanya memberikan dampak positif pada kesehatan, tetapi juga pada semangat belajar anak.

Gregorius Jhonatan, seorang siswa dari SD Inpres Tenda Ruteng, tak dapat menyembunyikan kebahagiaannya. “Senang sekali bisa dapat makan gratis dari Bapak Presiden Prabowo Subianto. Makanannya enak dan bikin semangat belajar,” ujarnya polos.

Manfaat nyata juga dirasakan di tingkat komunitas. Menurut Ansgariana Yetri Indriyati, Koordinator Badan Gizi Nasional Wilayah Manggarai, program ini berdampak signifikan.

“Anak-anak menjadi lebih ceria, fokus belajar meningkat, dan angka kehadiran siswa menjadi lebih baik. Ini sangat positif,” jelasnya.

Lebih dari sekadar bantuan gizi, program MBG juga turut menggerakkan ekonomi lokal. Sejumlah ibu rumah tangga kini diberdayakan sebagai petugas dapur dan distribusi, menciptakan lapangan kerja baru dan menambah penghasilan keluarga. UMKM penyedia bahan makanan lokal juga merasakan manfaat ekonomi secara tidak langsung.

Kolaborasi Kunci Keberhasilan

Keberhasilan MBG di Langke Rembong merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak. Kepala SDI Tenda, Anita M. Dahur, menegaskan bahwa sekolah berkomitmen penuh mendukung kelancaran distribusi.

“Kami langsung mendampingi proses pembagian makanan, memastikan anak-anak makan dalam suasana bersih dan aman. Ini adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Oktaviana Manuella Lampur, Kepala SPPG Kelurahan Carep, menyoroti pentingnya kualitas dan ketepatan waktu. “Kami pastikan makanan tiba tepat waktu, bergizi seimbang, dan layak konsumsi. Program ini bukan hanya bantuan sosial, tapi komitmen nyata negara terhadap masa depan generasi kita dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

Kecamatan Langke Rembong menjadi salah satu percontohan awal program MBG di Kabupaten Manggarai. Dinas Pendidikan dan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) terus melakukan evaluasi untuk memastikan program ini bisa diperluas dan kualitasnya terus ditingkatkan.

Baca Juga:1.244 Tenaga Kesehatan, Guru, dan Teknis di Manggarai Resmi Jadi ASN PPPK

Dengan semangat gotong royong dan sinergi lintas sektor, Program Makan Bergizi Gratis di Manggarai menjadi bukti nyata kehadiran negara, tidak hanya sebagai pembuat kebijakan, tetapi juga sebagai pelindung masa depan anak-anak Indonesia. Program ini diharapkan menjadi investasi jangka panjang untuk membangun generasi yang lebih sehat dan cerdas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *