Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilaksanakan oleh Tim Program Studi Manajemen Pendidikan Kristen-IAKN Kupang berlangsung dengan penuh sukacita di Jemaat GMIT Pniel 2 Lelogama. Kegiatan ini dipimpin oleh Ketua Tim, Bapak Yusuf Elpontus Tanaem, dengan mengusung tema “Mewujudkan Pendidikan Unggul, Ramah dan Terintegrasi melalui Pelatihan Penggunaan Media Pembelajaran bagi Guru PAR dan Pembinaan Karakter Remaja di GMIT Pniel 2 Lelogama.” Tema tersebut menjadi landasan utama dalam memperkuat kualitas pelayanan pendidikan gerejawi yang kreatif, relevan, dan berorientasi pada pembentukan karakter.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ibu Pdt. Nonci Sette, S.Th selaku Ketua Majelis Jemaat GMIT Pniel 2 Lelogama. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas perhatian serta kontribusi nyata dari Program Studi Manajemen Pendidikan Kristen-IAKN Kupang terhadap pengembangan pelayanan pendidikan gereja, khususnya bagi guru PAR dan remaja gereja. Menurut beliau, kegiatan semacam ini sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan iman di tengah perkembangan zaman.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung dalam suasana yang penuh semangat dan kebersamaan. Para peserta yang terdiri dari guru PAR, pembina remaja, dan pelayan gereja tampak sangat antusias mengikuti setiap sesi pelatihan. Kehadiran tim PkM disambut dengan hangat oleh jemaat karena dinilai membawa manfaat langsung bagi pelayanan pendidikan di gereja.
Dalam kegiatan tersebut, tim PkM memberikan pelatihan tentang pembuatan dan penggunaan media pembelajaran yang kreatif dan menarik bagi guru sekolah minggu. Para peserta diajarkan cara membuat media pembelajaran sederhana namun efektif dengan memanfaatkan bahan-bahan yang mudah ditemukan. Hal ini bertujuan agar proses belajar mengajar di lingkungan PAR menjadi lebih interaktif, menyenangkan, dan mampu meningkatkan minat belajar anak-anak.
Selain pelatihan media pembelajaran, kegiatan ini juga diisi dengan pembinaan karakter bagi anak dan remaja PART. Materi pembinaan difokuskan pada pembentukan sikap disiplin, tanggung jawab, kerja sama, serta penguatan nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan ini, para remaja diajak untuk memiliki karakter yang kuat dan mampu menjadi teladan di lingkungan gereja maupun masyarakat.
Para peserta mengaku sangat bersyukur atas pelaksanaan kegiatan tersebut karena tidak hanya memperoleh materi pelatihan, tetapi juga mendapatkan pengalaman baru dalam mengembangkan kreativitas pelayanan. Mereka merasa termotivasi untuk lebih aktif menciptakan suasana pembelajaran yang menarik dan mendidik bagi anak-anak sekolah minggu dan remaja gereja.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Tim PkM Program Studi Manajemen Pendidikan Kristen-IAKN Kupang juga memberikan alat dan bahan penunjang pembuatan media pembelajaran kepada para guru PAR. Bantuan tersebut diharapkan dapat digunakan secara berkelanjutan dalam kegiatan belajar mengajar maupun pelayanan PART di Jemaat GMIT Pniel 2 Lelogama.
Ketua Tim PkM, Bapak Yusuf Elpontus Tanaem, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, pendidikan gerejawi perlu terus dikembangkan agar mampu menjawab kebutuhan pelayanan di era modern dengan pendekatan yang kreatif, humanis, dan berintegrasi.
Kegiatan PkM ini juga menjadi wadah kolaborasi antara institusi pendidikan tinggi dan gereja dalam membangun kualitas sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter. Melalui kerja sama seperti ini, diharapkan pelayanan pendidikan di gereja semakin berkembang dan mampu membentuk generasi muda yang beriman, cerdas, dan memiliki kepedulian sosial.
Di akhir kegiatan, seluruh peserta dan tim pelaksana mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut dengan baik dan lancar. Jemaat GMIT Pniel 2 Lelogama berharap agar kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan pada masa mendatang sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan pelayanan gerejawi di tengah masyarakat.










