Program Studi Manajemen Pendidikan Kristen Institut Agama Kristen Negeri Kupang melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di SMTK Manekat Se’i pada tanggal 23 April 2026. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 17.00 WITA ini mengusung tema “Kolaborasi Sekolah dan Orang Tua dalam Mendukung Kesehatan Mental Anak Berbasis Nilai-Nilai Kristiani”. Kegiatan tersebut menjadi ruang akademik sekaligus pastoral dalam memperkuat sinergi antara sekolah, keluarga, dan pemerintah dalam mendukung perkembangan peserta didik secara holistik.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Dominggus E. Boimau, S.Ap selaku Camat Kolbano. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa lembaga pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai wadah pembentukan karakter, pengembangan kecerdasan intelektual, serta penguatan life skill peserta didik. Menurutnya, pengelolaan sekolah yang baik sangat menentukan terciptanya proses pembelajaran yang sehat dan bermakna bagi perkembangan anak.
Lebih lanjut, Camat Kolbano menjelaskan bahwa lingkungan belajar yang terencana, komunikasi yang sehat, serta budaya sekolah yang penuh kasih merupakan faktor penting dalam membentuk kesehatan mental peserta didik. Ia juga menekankan bahwa upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif tidak dapat dilakukan secara individual, melainkan membutuhkan kolaborasi yang kuat antara sekolah, orang tua, masyarakat, dan pemerintah sebagai pemangku kepentingan pendidikan.
Melalui sinergi tersebut, pemerintah diharapkan hadir memberikan dukungan kebijakan, fasilitasi program, serta penguatan berbagai kegiatan yang berpihak pada tumbuh kembang anak secara utuh. Dengan demikian, peserta didik tidak hanya bertumbuh sebagai individu yang cerdas secara akademik, tetapi juga sehat secara mental, kuat dalam iman, dan memiliki karakter Kristiani yang kokoh dalam menghadapi tantangan kehidupan.
Materi pertama disampaikan oleh Dominggus E. Boimau, S.Ap dengan moderator Donal J. J. Biaf, M.Pd yang membahas topik “Kolaborasi Pemerintah, Sekolah, dan Masyarakat dalam Pembinaan Kesehatan Mental Peserta Didik.” Materi ini menyoroti pentingnya pendekatan lintas sektor dalam membangun sistem pembinaan mental peserta didik yang berkelanjutan dan kontekstual sesuai kebutuhan masyarakat lokal.
Sementara itu, Yanti Y. E. Sole, M.Pd sebagai pemateri kedua, dengan moderator Paulus Missa, memaparkan materi bertajuk “Paradigma Kesehatan Mental Anak dalam Perspektif Manajemen Pendidikan Kristen.” Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa kesehatan mental anak perlu dipandang sebagai bagian integral dari proses pendidikan Kristen yang menekankan kasih, penerimaan, pendampingan, dan pengembangan nilai spiritual peserta didik.
Pada sesi berikutnya, Marlen Angela Daik, M.Pd membawakan materi mengenai “Peran Manajemen Sekolah dalam Membangun Sistem Dukungan Kesehatan Mental Anak.” Materi ini menekankan pentingnya kepemimpinan sekolah dalam menciptakan budaya belajar yang aman, inklusif, dan suportif. Sekolah didorong untuk membangun sistem pendampingan yang mampu mendeteksi secara dini persoalan emosional dan psikososial peserta didik melalui pendekatan manajemen pendidikan yang terencana dan humanis.
Selanjutnya, sesi terakhir dipaparkan oleh Sem Saetban, MM bersama Donal J. J. Biaf, M.Pd dengan moderator Dina Nope. Materi yang dibahas berjudul “Perencanaan Program Kolaboratif Sekolah dan Orang Tua Berbasis Nilai Kristiani untuk Kesehatan Mental Peserta Didik.” Dalam sesi ini diperkenalkan program “Moin Alekot” sebagai bentuk kemitraan sekolah dan peserta didik dalam memanfaatkan lingkungan sekolah untuk menanam pohon dan sayuran sebagai media pengembangan potensi diri, pendidikan karakter, serta pembentukan life skill melalui aktivitas positif dan produktif.
Kegiatan ini diikuti oleh 40 peserta yang terdiri atas guru, staf sekolah, Kepala Desa Se’i, komite sekolah, Kepala SMPTK Se’i, perwakilan orang tua siswa, serta keterwakilan peserta didik. Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman seluruh pemangku kepentingan mengenai pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif dan responsif terhadap kesehatan mental anak. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan membangun sistem dukungan kesehatan mental yang terintegrasi dalam program kesiswaan dan budaya sekolah berbasis nilai-nilai Kristiani.
Pihak SMTK Manekat Se’i memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan PkM tersebut karena dinilai relevan dalam mendukung penguatan proses pembelajaran dan pengelolaan lingkungan pendidikan yang sehat. Sekolah berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan guna memperkuat kualitas pembelajaran, membangun pola komunikasi yang harmonis antara sekolah dan orang tua, serta menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif, kondusif, dan berlandaskan nilai-nilai Kristiani sehingga peserta didik dapat bertumbuh menjadi pribadi yang tangguh, beriman, dan memiliki kesejahteraan mental yang baik.








